Di zaman ini banyak negara-negara yang mengalami problem daripada krisis ekonomi, khususnya di negara Indonesia, dan jalan keluarnya dan masih sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah Enterpreneurship (Kewirausahaan). Krisis Ekonomi yang dihadapi ini telah memberikan pengajaran kepada masyarakat bahwa menggantungkan harapan atau bekerja pada orang lain bukan lagi pilihan utama seperti yang dikatakan oleh orang-orang dahulu. Dampak krisis ekonomi menimbulkan banyak sekali PHK oleh jutaan pegawai, melonjaknya angka penganguran yang sangat drastis, maupun para penganggur baru yang berasal dari perusahaan bangkrut.
Orang-orang yang jeli melihat dan tanggap pada peluang yang ada dari krisis yang dihadapi ini adalah orang-orang yang berjiwa Enterpreneurship, dimana krisis ini dimata mereka merupakan keuntungan bagi mereka, karena mereka berjuang dengan segenap daya dan usaha untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Orang-orang berjiwa enterpreneur ini menyadari bahwa untuk meraih sukses, kekayaan dan kebahagiaan mereka bukan dengan jalan menjadi kuli melainkan sebaliknya yaitu bos bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka sadar bahwa rezeki sebagian besar berada ditangan pengusaha bukan ditangan pekerja.
Wirausaha untuk semua orang
Setiap orang pasti mempunyai cita-cita, impian, pandangan untuk masadepannya sebagai penyempurna kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam intuisi yang mendorong manusia untuk bekerja dan semakin berusaha, dan hal ini berkaitan dengan daya imajinasi kreatif.
Masa lalu memberikan gambaran kepada mereka mengenai kekuatan dan kelemahan seseorang yang sudah dijalani. Namun hal ini merupakan sesuatu yang sudah terjadi sehingga sudah tidak banyak lagi yang bisa dilakukan untuk mengubah semua itu dan lebih baiknya untuk kita memberikan makna yang tepat dalam suatu perspektif masa kini dan masa depan.
Mengapa demikian?
Masa kini menceritakan dan menggambarkan situasi tentang apa yang telah kita miliki, apa yang belum kita miliki, apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai manusia, dan masih banyak lagi. Adabaiknya juga bila kita selalu menyadari keberadaan kita saat ini maka kita dapat berpuas diri dan dapat menetukan sasaran berikutnya .
Sebagai orang yang beriman, pasti halnya mempunyai tanggapan dimana paling tidak masa depan memberikan harapan. Adalah wajar bagi kita untuk mengharapkan masa depan yang lebih cerah dan menyenangkan sebagai timbal balik dari masa lalu yang mungkin mempunyai hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak sesuai dengan harapan atau cita-cita, disebabkan karena anggapan dimana selama masih ada hari esok, maka segala kemungkinan masih terbuka lebar.
Sebagai seorang Wirausaha, kita harus memperhatikan pradigma yang berkembang:
- Wirausaha harus selalu dapat memprediksi kemungkinan dimasa depan, dikarenakan enterpreneur diharuskan sarat ide-ide, dimana seolah-olah hanya melihat peluang dan kepuasan pelanggan. Sedangkan menyelesaikan masalah yang timbul di dalam perusahaan merupakan sifat eksekutif.
- Flexibilitas, dimana seorang enterpreneur cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja maupun dengan lingkungan usaha.
- Inovasi, dimana inovasi yang dibuat beberapa masa kedepan akan semakin tertinggal, disinilah seorang wirausaha menjadi superior, dikarenakan kemampuan mereka untuk memperbaruhi produk.
- Aturan main (Rule of the game), wirausaha dapat dengan dinamis mengantisipasi segala macam kemungkinan mengubah aturan main(berkaitan dengan inovasi atau penciptaan hal baru dalam bisnis)
Pada akhirnya dan untuk lebih baiknya, kewirausahaan sendiri jangan dipahami dengan sekedar kemampuan membuka lapangan kerja sendiri, namun sebagai suatu momentum untuk mengubah mentalitas, pola pikir dan perubahan gaya hidup.
Prinsip dasar dalam kewirausahaan antara lain adalah, membangun karakter yang tangguh, kreatif, inovatif, cerdas, mandiri, produktif dan yang pasti dapat memanfaatkan segala peluang dan sumberdaya yang ada.


.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar